Beranda | Members | Peta | Gallery | Ngobrol | Berita | Artikel | Pengurus Login
  Reuni LIVE! | Teleconference |
 
   



Sujoko
24-07-1964 (55)
  



Subagyo
24-07-1966 (53)
 
Gabung ke Milist Alste-85
 
Statistik
Hits481908
Today Hits887
Today Visitors240
Member logon6
 

FORUM DISKUSI
 
Topik: Perlukah men-declare aturan main "Forum Diskusi" di Web ini ?Pengirim: Priandi Eko Sukmono 
 
Judul ini sebagai kelanjutan dari diskusi \"Koq masih sepi....\", dan komentar Gubernur Alste-85 Yogyakarta. Saya akan carikan model untuk aturan main (etika posting berita)sebagai bahan diskusi lanjutan (kalau ada yang sudah punya, silahkan untuk berkontribusi sebagai bahan diskusi)

Posted: Rabu, 23 Januari 2008» tanggapi topik diatas
 
Tanggapan: Sulaksonoposted: 23-01-2008 06:29
Saya setuju sekali dengan usulan dan pendapat mas Andi, tapi bukan masalah \"sensi\" dan \"seksi\" nya lho...
Memang setiap forum dimanapun juga harus dibuat aturan mainnya atau dikategorikan menjadi beberapa topik supaya bisa \"straight to the point\", jadi pengunjung yang butuh informasi apa saja atau yang pengen sekedar ngobrol bisa langsung buka topik yang diminati.
Sebagai usulan mungkin bisa dipertimbangkan untuk topik-topik seperti masalah teknis website dan pengembangannya, obrolan bebas tapi sopan, bisnis jual beli atau apa saja yang bisa jadi duit dan satu lagi diskusi mengenai Alste-85 Peduli seperti yang diusulkan oleh mas Yudi dan mas Tomo dan atau misi-misi alste-85 yang akan datang.
Terima kasih.
 
Tanggapan: Y. Sri Sukmono Herlambangposted: 25-01-2008 07:15
Bagus saudaraku Pri & Lak. Terasa mulai terarah web ini. Sehingga tidak sia2 hasil upaya keras tim pelopor dan pendukung atau lebih cocok kita katakan sebagai founding father web ini.

Aku coba start ide yang merupakan sekedar pertimbangan dasar menuju suatu aturan main di web, tapi alon2 wae yo, sing penting kelakon. Pri, sebagai pencetus topik, tolong hasil diskusi nanti dirangkum sehingga bisa dikembangkan ke topik selanjutnya.

PERTIMBANGAN DASAR MENUJU SUATU ATURAN-MAIN NORMATIF
Pertimbangan dasar menulis di web adalah \'mother\' kita - SMA3 Semarang dan kita semua adalah \'anak2\'nya. Anak2 yang kemudian tumbuh dan berkembang dalam realitas keragaman ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup. Realitas yang perlu kita syukuri, tidak peduli apakah itu realitas ‘positif’ atau realitas ‘negatif’. Artinya: Siapapun dan bagaimanapun kita saat ini; sukses atau tidak suskes, kaya atau miskin, dan sebagainya adalah ‘anugrah’ yang Maha Kuasa, kita hanya menjalani roda kehidupan ini dan berdasar kemampuan, keyakinan dan idealisme masing2 berusaha menyeimbangkan roda kehidupan tersebut.

SMA3 bukanlah wadah \'dagelan\' tapi SMA3 telah mencetak para \'pendagel\', tetapi bukan \'pendagel\' konyol tanpa arah, melainkan \'pendagel\' berkualitas, minimal kualitas SMA3 Semarang.

Saudara2ku, aku kira cukup masukan: pertimbangan dasar dalam topik ini dan akan aku lanjutkan dengan - makna filosofis web yang aku tangkap sebagai landasan berpikir dan menulis di web ini sehingga tercipta suatu aturan main yang tidak perlu dinyatakan tetapi kita semua sebagai pribadi dengan sadar dan bertanggung jawab tahu harus ‘berbuat’ apa-
 
Tanggapan: Y. Sri Sukmono Herlambangposted: 25-01-2008 07:20
Melanjutkan tulisanku sebelumnya:
MAKNA FILOSOFIS WEB SEBAGAI LANDASAN BERPIKIR DAN MENULIS MENUJU SUATU ATURAN-MAIN NORMATIF DI WEB ALSTE85

Terima kasih saudaraku Sulaksono, Yoyok dan Antok sebagai tim web-dev, juga terima kasih saudaraku Tomo, GusMul, Projo, Ciput cs sebagai tim support. Sengaja atau tidak sengaja kalian akan (mungkin ‘sudah’) membuat suatu ‘warna’ di kehidupan ‘masyarakat’ alste85.

Aku hanya mengambil sebagian kecil dari halaman web ‘beranda’, dimana semua mahluk yang bisa ‘ngenet’ pasti akan berhadapan dengan halaman ini ketika masuk http://www.alste-85.com. Semoga masukanku ini sejalan sehingga apa yang akan dilakukan di web ini tinggal mengalir … sesuai dengan makna filosofis yang aku tangkap.

Mari kita lihat logo SMA3, gambar patung/logo Ganesha dan secara samar Bangunan SMA3 Semarang, coba kita resapi makna di balik ketiganya …’heboh’ bukan?
Apakah ada di antara kita yang meresapinya sebagai berikut (aku berharap tidak ada yang berpikiran seperti ini):
Ganesha adalah gajah gendut dan akan semakin gendut karena dia mempunyai power, melalui belalai dan kaki2nya menggerus yang lemah dan melahapnya … akhirnya perutnya pecah … dan mati … tanpa kesan …
Bangunan SMA3 semarang adalah sekedar situs bersejarah dimana kita pernah numpang lewat untuk mendapat ‘selembar kertas berstempel’ sebagai ganti kita sudah mengeluarkan duit selama kita di situ …

Sebaliknya, harus seperti apa dan bagaimana kita bertindak/berekspresi jika pendekatan maknanya sebagai berikut:
Ganesha sebagai lambang ilmu pengetahuan, tidak memendam pengetahuan yang dimilikinya untuk dirinya sendiri, tetapi dengan belalai dan kaki2nya mengekspresikan atau berbuat sesuatu sesuai dengan citra ilmu pengetahuan itu sendiri untuk ‘temannya’ (mungkin lebih pas ‘sesama’). Aku jadi ingat makna ini mirip iklan IBM (dulu) dimana kita melihat gajah gede membantu gajah kecil dengan background music slow rock: he ain’t heavy he’s my brother.
SMA3 Semarang adalah ‘mother’/’bunda’ seperti yang aku maknakan pada tulisan sebelum ini.
Tugu Muda yang merupakan bagian dari logo SMA3, melambangkan khas gaya semarangan yang terkadang kocak, terkadang serius tetapi tetap memiliki bobot intelektual jika itu dilakukan dalam web (yang bisa dilihat oleh semua orang yang ‘melek’ dunia maya, tanpa kecuali).

Baiklah saudaraku, aku kira cukup dulu. Tulisan berikutnya sepertinya lebih cocok di topik baru, kira2 berupa implementasi dari hal2 yang sudah ditulis di atas.
Sebagai contoh:
Saudara kita, Yuswantoro Adi menulis mengenai ‘suryalis’ di bidang seni lukis, kita yang berminat silahkan diskusi, tidak ada batasan wajib minimal keilmuan, dengan kemampuan pemikiran setingkat ‘sma3’pun seharusnya kita sudah bisa berkomunikasi.
Saudara Tomo dan GusMul menulis tentang perbankan/bisnis, saudara Abidin tentang pajak, saudara Ndaru menulis tentang psikologi, saudara/i Agung Wahyanto / Ciput menulis tentang demand and supply karena mereka memiliki latar belakang ips, saudara Antok menulis tentang ‘hacking”, saudara Sulaksono menulis tentang bisnis batubara, saudara Yoyok tentang minyak bumi, saudari Sumini menulis tentang kesehatan, dll. Terserah mau nulis yang sifatnya teori atau pandangan/pendapat atau yang bersifat aplikatif … tetapi … pegang aturan main normatif, yangs sesuai dengan web yang berbendera SMA3, apalagi ada ganesha-nya.
 
Tanggapan: Triturawanposted: 09-02-2008 06:13
Perlu banget, tapi aturan jangan membuat kit jadi terkekang yo, karena kalau mengekang tulisan bisa jebol di tempat lain, tul nggak?
 
Tanggapan: Joanes Bosko Untario Harsonoposted: 02-06-2008 04:40
Keliatan diskusinya makin sangar. Sampai AQ sedikit gatal tangan mo ketik di NB-Q ini. Gini lo yang enak ga perlu repot2 bikin batasan. Bener ya pak Ketua PA3 \'Priandi\' (AQ seneng liat sampeyan ..cool man!) Ada baeknya moderator bikin aja kriteria apa aja yang ga perlu di \'release\'. AQ rasa kita semua pasti OK ....ya nggak...klo mo nya yang \'nyentil\' atawa \'private\' ....ya \'private lesson\' sendiri lah... khan pada punya email sendiri. Nantinya kita bantu moderator untuk beri info klo ada yang perlu di \"filter\". Pasti forum ini tetap sehat dan bermanfaat , karena adanya sampeyan2 .. para kawula SMA3 :-)
 
Tanggapi: Perlukah men-declare aturan main "Forum Diskusi" di Web ini ?Top | Index

© Nopember 2007 - Alste-85
Site owner : Sulaksono ST
Web Developer : Yoyok Poerwedi
Catur Sakti Prianto